KABUL, KOMPAS.com – Kelompok Taliban menyatakan, mereka akan mengizinkan murid putri jenjang SMP kembali ke sekolah, jika situasinya sudah kondusif.
Kepada majalah Jerman Der Spiegel, juru bicara Zabihullah Mujahid menerangkan mereka tidak anti-pendidikan bagi perempuan.
“Tetapi, kami tengah mengusakan sebuah mekanisme agar kehadiran mereka di sekolah memungkinkan,” kata Mujahid.
Mujahid mengatakan, lingkungan maupun transportasi yang aman harus diterapkan sebelum siswi kembali bersekolah.
Dia meminta kepada setiap pakar pendidikan untuk menyiapkan laporan supaya perempuan bisa kembali bekerja dan bangku sekolah.
Saat periode pertama kekuasaan pada 1996-2001, Taliban melarang anak-anak gadis dan perempuan untuk bekerja, bersekolah, bahkan keluar rumah.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email
Saat mereka kembali berkuasa di Afghanistan pada 15 Agustus, milisi berjanji wanita akan mendapatkan lebih banyak kebebasan.
Tetapi pada Sabtu (18/9/2021), kementerian pendidikan memerintahkan murid putra dan guru SMP kembali belajar.
Dilansir RT Senin (20/9/2021), milisi juga menutup kementerian urusan perempuan, dan menggantinya dengan kementerian urusan kebajikan.
Terbaru adalah perintah penjabat wali kota Kabul bahwa perempuan diminta untuk tetap di rumah, dengan pekerjaan mereka diambil alih laki-laki.
#Taliban #Janji #Murid #Putri #SMP #Bisa #Kembali #Sekolah #asalkan
Klik disini untuk lihat artikel asli